TOPNEWS - Jeruji besi tak sebabkan Ratu Keraton Agung Sejagat jera. Fanni Aminadia ulang berulah di tengah jeratan kasus penipuan dan pembuat keonaran yang diusut Polda Jawa Tengah.
Mengiba mengidamkan berkabar ke kerabat, dia meminjam ponsel seorang polisi.
Bagai air susu dibalas dengan tuba, Fanni ternyata pakai ponsel itu untuk memperbarui unggahan di account Instagramnya. Melalui account @fanniadia_tbtd, Fanni mengunggah foto seorang wanita mencium pipinya. Foto diambil di sebuah ruangan. Fanni membalas pelukan itu dengan muka ceria.
BACA JUGA:
Telan Belut Hidup Buat Obati Sembelit, Usus Si Pria Bolong 2 Cm
Viral Tagihan 2 Menu Ayam Napinadar Rp 800.000, Ini Faktanya
Dewi Tanjung Hingga Abu Janda, Mereka yang Ingin Anies Lengser
Dia terhitung menulis caption foto tersebut. Tak tanggung-tanggung, keterangan foto ditulisnya dengan panjang lebar.
"Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami amat menyambut baik apalagi menunggu supaya diskusi dan diuji secara akademisi histori ini sanggup terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata sanggup pengaruhi makna dari pernyataan kami????
Saya yang dituduh menyebar berita Hoax, padahal yang menyebar media. Dan saya tempo hari merencanakan memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tetapi tanpa diberi peluang klarifikasi, mediasi dan apalagi penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media. Kami mengupayakan korporatif tetapi justru diperlakukan seperti teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi.Dimana prosedur yang harusnya ditunaikan untuk merawat asas praduga tak bersalah. Barusan saya diminta ubah pakaian tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa?… Saya mohon Bapak sanggup menghimbau supaya aparatur yang bertugas jangan politisir kasus kami yang terlanjur viral untuk semata-mata pers konference berhasil menangkap….," tulis Fanni.
Kepada Merdeka, polisi membenarkan account tersebut milik Fanni.
Unggahan itu di-posting 3 hari lalu, Rabu, 15 Januari 2020 atau sehari sesudah Fanni dan suaminya yang mengaku Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santosa ditangkap polisi.
Direktur Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Kombes Budi Haryanto, mengakui kejadian itu benar adanya. Fanni sempat berharap izin polisi supaya beri tambahan ponselnya.
"Kita beri peluang pas itu, nanti kami dikira memperlakukan kayak tersangka teroris, padahal kami kooperatif, kasih makan, kasih minum, dia sendiri yang enggak senang makan," kata Budi Haryanto, Sabtu (18/1/2020).
BACA JUGA:
Polisi Periksa Pentolan Goib yang Tolak Bioskop XXI di Rumahnya
Ini Foto Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Usai Ditangkap
Diperiksa Maraton, Mahamenteri Keraton Agung Sejagat Cabang Klaten Tak Ditahan
Fanni sendiri merupakan otak dari pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Hasil penyidikan polisi mengungkap, Kerajaan Agung Sejagat merupakan inspirasi murni dari Fanni.
Sebelum di Purworejo, kerajaan yang sama terhitung sempat dapat didirikan di Yogyakarta. Namun, ada penolakan dari masyarakat. Terlebih, mayoritas penduduk Yogyakarta masih mengagungkan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Ditolak di Jogja, sesudah itu mereka mendirikan kerajaan di Jawa Tengah. Pengikutnya lebih dari 400 orang," ungkap Kapolda Jateng Irjen Polisi Rycko Amelza Dahniel, Rabu, 15 Januari 2020. Fanni dan suaminya, bukanlah warga Purworejo. Keduanya punya KTP Jakarta dan indekos di Yogyakarta.
Selain itu, kapolda mengungkap, sosok permaisuri itu bukanlah istri sah sang 'raja' Keraton Agung Sejagat. Fanni yang diakui sebagai permaisuri ternyata bukan istrinya, tetapi hanya teman wanitanya," ujar Rycko.
Bandarq |Dominoqq | Agen Bandarq | Agen Dominoqq | Agen Poker Terpercaya |Bandar Domino Online
0 Komentar