VIRAL - Video viral memperlihatkan seseorang anggota polisi dari satuan Sabhara dikeroyok oleh 2 orang berpakaian bandit yang belum lama dikenal ialah anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI). Dari data yang di bisa, peristiwa tersebut terjalin di kawasan Bom Baru, Palembang, Sumatera Selatan.

Bagi account@video_jurnalis, pengeroyokan itu terjalin pada Selasa 12 November 2019 sore. Polisi yang terdapat di video hampir tersungkur oleh 2 orang laki- laki, sehabis ditelusuri, nyatanya 2 orang laki- laki tersebut ialah prajurit Tentara Nasional Indonesia(TNI).

BACA JUGA:
Dituding Pansos dengan Memacari YouTuber Kekeyi, Rio Ramadhan Berikan Penjelasan
Demi Balas Budi, Lelaki Asal Belanda Ini Sambangi Indonesia
Viral Toko Tak Jual Apa-Apa di Magelang, Kisahnya Bikin Haru

Anggota polisi yang berpakaian Sabhara pula dikenal dari Polresta Palembang." Seseorang anggota polisi dari satuan Sabhara dikeroyok 2 orang pada selasa sore kemarin. Belum dikenal motif dari perkelahian tersebut," tulis account@video_jurnalis.

Sedangkan, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan yang dikonfirmasi berkata perkelahian yang terjalin cuma kesalahpahaman saja. Apalagi antara Polisi serta Tentara Nasional Indonesia(TNI) yang bertikai tersebut telah berdamai di Polresta Palembang.

BACA JUGA:
Para Karyawan Ini Pakai Helm saat Bekerja, Alasannya Menyedihkan
Benar-benar Terjadi Seekor Ayam Jago Dilaporkan ke Pengadilan Lantaran Berkokok Terlalu Keras
Ayah Lempar Bayi ke Tungku Api karena Lapar

" Sesungguhnya itu bukan perkelahian, itu salah mengerti antara anggota polisi serta Tentara Nasional Indonesia(TNI) di jalur," ucap Kombes Pol Supriyadi kepada media, Rabu( 13/ 11/ 2019).

Terbentuknya salah mengerti tersebut berawal dari perkataan anggota Tentara Nasional Indonesia(TNI) yang melintas di tempat peristiwa masalah. Anggota Polisi yang tidak ketahui kalau 2 oknum tersebut merupakan prajurit Tentara Nasional Indonesia(TNI) juga menimpali sehingga terjadilah kesalahpahaman.

" Malam tadi mereka telah berjumpa, telah damai serta bersama mengaku khilaf," jelas Kombes Pol Supriyadi.