Satpam yang Tabrak Tukang Bakso di Bekasi Dikenai Sanksi, Pengembang Bersedia Ganti Rugi


TOP NEWS - SHasana Damai Putra Grup selaku pengembang kawasan Perumahan Harapan Indah berjanji melakukan sanksi kepada petugas keamanan atau satpam yang menabrak pedagang bakso saat melakukan penertiban.

"Kalau sanksinya sudah pasti dari manajemen ada sanksinya (kepada satpam)," kata Claudia kepada sahabatallah01.blogspot.com, Senin, (4/11/2019).

Dia menjelaskan, untuk kasus insiden penertiban pedagang bakso hingga berujung keributan antara pedagang dengan satpam telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihak pengembang Harapan Indah juga sudah bersedia memberikan ganti rugi kepada pedagang bakso yang gerobaknya sempat ditabrak.

BACA JUGA:
Polisi Bongkar Lantai Musala yang Diduga Tempat Korban Pembunuhan Dikubur
Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pencabulan 9 Perempuan di Jombang
Pria Beristri di Tanjungbalai Coba Perkosa Gadis 14 Tahun di Kamar Mandi

"Sudah diselesaikan secara damai dari kedua belah pihak satpam dengan pedagang juga sudah bertemu langsung, sudah ada ganti rugi sesuai perminataan pak Soleh (pedagang bakso)," jelas dia.

Claudia menjelaskan, kawasan Harapan Indah memang memiliki kebijakan bebas pedagang kaki lima. Petugas setiap harinya melakukan penertiban kepada pedagang agar berdagang di area yang diperbolehkan.

"Iya, setiap hari penertiban PKL, karena banyak banget PKL di kita. Kita ada penertibam itu standar kita, rutin, kalau ada PKL di daerah kita kita tegur," paparnya.

Adapun sebelumnya, beredar video perseteruan antara pedagang bakso dengan satpam perumahan di wilayah Bekasi.

Kejadian ini diduga dipicu gara-gara saat proses penertiban, satpam menabrak gerobak pedagang bakso hingga terbalik.

Kejadian itu rupanya terjadi di Kawasan Perumahan Harapan Indah, dekat wahana air Transera, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu, (3/11/2019) kemarin.

Kapolsek Tarumajaya, AKP Yudho Antohudri, membenarkan insiden tersebut. Menurut dia, awalnya petugas satpam perumahan berniat melakukan penertiban pedagang kaki lima yang kerap berjualan di sekitaran lokasi kejadian.

"Jadi kejadian itu kawasan Harapan Indah, kawasan itu tidak boleh ada pedagang kaki lima yang jualan, sudah tiga kali ditertibkan yang ketiga itu akhirnya ribut sama satpam pedagang bakso itu," kata Yudho saat dikonfimasi, Senin, (4/10/2019).

Ketika itu kata dia, satpam merasa kesal dengan pedagang yang sulit ditertibkan, hingga terjadi peristiwa gerobak bakso ditabrak menggunakan motor patroli jenis trail yang dikendarai satpam.

BACA JUGA:
Viral: Supir Ambulance Nyaris Duel dengan Oknum Polantas Tebing Tinggi, Kapolres: Sudah Dimediasi
Ditaruh Ayah Tiri di Atas Kompor, Balita Agnes Tewas hingga Ususnya Robek
Adik Bunuh Kakak Demi Membela Ibu

"Enggak ada pemukulan, cuma ditabrak aja pakai motor (gerobak bakso), tapi enggak kena pedagangnya," jelas Yudho.

Pihaknya yang mengetahui adanya kejadian keributan ini langsung memanggil kedua belah pihak baik pedagang bakso dan satpam perumahan Harapan Indah. Keduanya oleh polisi dibantu untuk melakukan mediasi.

"Kita mediasi kita damaikan, kedua belah pihak datang ke polsek hari ini dan sama-sama meminta maaf," jelas dia.

Yudho juga menghimbau baik kepada satpam dan pedagang agar sama-sama mengerti satu sama lain. Jangan sampai ada keributan akibat kesalahpahaman yang seharusnya bisa dihibdarkan.

"Ya untuk pedagang PKL-nya berjualan sesuai tempat yang disediakan aja, terus sekuriti-nya disaat bertugas melakukan imbauan yang lebih humanislah jangan menggunakan kekerasan walaupun itu salah," tegasnya.