TOPNEWS - Bukan hal aneh lagi jika kita melihat daerah Puncak Bogor sangat kental dengan budaya Arab. Hal tersebut juga diungkapkan Peneliti dan pengamat Tata Ruang IPB. Peneliti dan pengamat Tata Ruang Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustia mengatakan, masyarakat Puncak memang tengah mengalami krisis identitas.
Masuknya wisatawan asing, terutama Timur Tengah memang dengan sangat mudah ditemukan disana.
BACA JUGA:
Foto pelaku pembunuhan sadis seorang imam masjid di Takalar beredar di media sosial.
Prostitusi di Apartemen Margonda: Muncikari 19 Tahun, PSK Masih SMA
Bocah 13 Tahun Buat Onar di Ciputat, Berlagak Bak Polisi Tilang Pengendara Untuk Gagah-gagahan
Prostitusi di Apartemen Margonda: Muncikari 19 Tahun, PSK Masih SMA
Bocah 13 Tahun Buat Onar di Ciputat, Berlagak Bak Polisi Tilang Pengendara Untuk Gagah-gagahan
“Masyarakat di kawasan Puncak menyadari situasi yang mereka hadapi, krisis identitas, bekerja sebagai penjaga vila yang identik dengan prostitusi dan persoalan sosial, belum lagi budaya Arab yang mulai masuk,” ungkapnya.
Dan salah satu budaya yang sekarang marak sekali ditemukan yakni kawin kontrak. Negara Timur Tengah khususnya Arab Saudi mengenal Indonesia kini sebagai aksi kawin kontrak. Pasalnya setiap kali wisatawan Arab bekunjung ke Indonesia dan menyambangi Puncak Bogor pasti akan melakukan kawin kontrak dengan penduduk sekitar.
Seperti yang kalian semua ketahui jika berkunjung ke Puncak sendiri kalian seperti bukan ada di Bogor melainkan ada di Arab Saudi. Hal tersebut lantaran banyak sekali orang Arab dibandingkan dengan warga setempat yang terlihat


0 Komentar